Diberdayakan oleh Blogger.

PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA TENTANG MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENGGUNAAN PEMBELAJARAN MODEL SURVEY, READ, RECALL, REVIEW (SQ3R) PADA SISWA KELAS IV SD

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman melalui penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) pada siswa kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011.
Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Agustus 2010 sampai dengan bulan Oktober 2010. Subjek dalam penelitian adalah ketrampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 11 siswa yaitu 9 laki-laki dan 2 perempuan.
Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data, data kualitatif hasil pengamatan ketrampilan belajar dianalisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dari hasil belajar siswa dianalisis menggunakan deskriftif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dapat meningkatkan keterampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa Kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011. Ketrampilan belajar membaca pemahaman dari siklus I ke siklus II terdapat peningkatan: aspek membaca (nilai rata-rata 3,3 menjadi 4,1, meningkat 0,8; persentase 65,5% menjadi 81,8%, naik 16,3%; dari kategori baik menjadi amat baik), aspek menjawab (nilai rata-rata 3,2 menjadi 4,5, naik 1,3; prosentase 63,6% menjadi 90,9%, naik 27,3%; dari kategori baik menjadi amat baik); aspek menemukan (nilai rata-rata 3,5 menjadi 4,5, meningkat 1,0; persentase 69,1% menjadi 90,9%, naik 21,8%; dari kategori baik menjadi amat baik), dan aspek membuat kalimat (nilai rata-rata 3,7 menjadi 4,5, meningkat 0,8; persentase 74,5% menjadi 89,1%, naik 14,6%; dari kategori baik menjadi amat baik). Hasil belajar siswa dari kondisi awal ke siklus II mengalami peningkatan, yaitu dari 3 siswa (27%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 11 siswa (100%). Terjadi peningkatan sebanyak 8 siswa (73%) dan nilai rata-rata kelas dari 56,8 menjadi 87,3, meningkat sebesar 30,5.

Kata Kunci : Keterampilan dan prestasi belajar, membaca pemahaman, pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R)
Latar Belakang Masalah
Tingkat kecepatan (efesiensi) dan ketepatan (efektivitas) membaca teks bacaan siswa Sekolah Dasar yang ideal menurut Nurhadi (1989:29) adalah 200 kata permenit. Efesiensi dan efektifitas yang ideal tersebut bisa saja dicapai secara bertahap, bila siswa Sekolah Dasar sungguh berlatih dengan 4 jenis keterampilan membaca tersebut dibimbing oleh segenap guru secara maksimal.
Membaca merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memahami isi bacaan melalui kegiatan pengenalan kata demi kata atau kalimat demi kalimat. Membaca menurut Antony (dalam Miller, 1993:283) bukan hanya sekedar melafalkan huruf demi huruf atau kata demi kata dalam wacana, melainkan suatu proses penyusunan makna melalui interaksi yang dinamis antara pengetahuan pembaca yang dikuasainya dengan informasi yang ada dalam bahasa tulis dan konteks situasi membaca.
Membekali kemampuan dan keterampilan membaca murid Sekolah Dasar diperlukan pembelajaran membaca permulaan. Pembelajaran membaca di kelas tinggi yaitu kelas tiga sampai kelas enam disebut membaca pemahaman atau membaca lanjut. Pemahaman isi dimulai dengan dapatnya murid (a) mengajukan atau menjawab pertanyaan sesuai isi bacaan; (b) mengemukakan gagasan utama; (c) menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri (meringkas bacaan); (d) mengemukakan gagasan / pesan cerita dan sifat pelaku; (f) menentukan bagian yang menarik dalam cerita. Dankin (1989:7) membaca merupakan kegiatan menelaah kata-kata pengarah dan memahami isinya sesuai konteks yang ada.
Berdasarkan uraian tersebut membaca dapat dikatakan sebagai suatu proses memahami gagasan dan ide penulis yang tertuang dalam bacaan lalu menghubungkannya dengan pengalaman / skemata pembaca sebelumnya secara kritis, kemudian interaksi ilmiah yang dinamis tersebut dikembangkan secara kreatif. Berdasarkan pengalaman penulis sebagai guru kelas IV SD Negeri Banaran 01, bahwa kondisi pembelajaran membaca di kelas IV pada umumnya mengalami hambatan yang cukup serius. Pembelajaran masih dilaksanakan dengan cara yang konvensional yaitu murid diberi tugas membaca di sekolah atau di rumah. Tugas itu murid menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar isi bacaan tersebut. Proses murid membaca bukanlah tujuan utama. Tujuannya adalah murid mengerjakan tugas sesuai keinginan guru.
Data yang ada pada murid dalam penilaian membaca pemahaman memperoleh nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman setelah diadakan ulangan harian hanya 56,8 masih berada dibawah nilai KKM yaitu 65 dari nilai ideal 100. Kondisi pembelajaran membaca pemahaman pada siswa perlu segera diperbaiki. Jalan keluar yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada adalah pemberian alternatif pelaksanaan pembelajaran membaca dengan model, teknik, pendekatan yang berbeda. Di samping itu, pendekatan yang diambil juga harus dapat menggambarkan tingkat pemahaman murid yang menyeluruh, baik pada pemahaman isi yang ditujukan dengan kemampuan murid mengungkapkan kembali isi bacaan baik secara lisan maupun tulisan.
Untuk mengatasi dampak negatif terhadap ketidakmampuan membaca dan memahami isi bacaan dengan baik, diperlukan suatu teknik atau model pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas proses pemahaman. Salah satu alternatif pemecahan masalah yang digunakan dalam meningkatkan ketrampilan membaca pemahaman adalah dengan menggunakan model SQ3R.
Model ini dirancang oleh Robinson pada tahun 1961 yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca untuk meningkatkan daya ingat pemahaman murid terhadap isi bacaan (dalam Burn, 1996:429). SQ3R adalah singkatan dari Survey, Question, Read, Recall, Review. Tahap pelaksanaannya adalah (1) Survey (menyurvey), tahap mengetahui identitas buku (2) Question (bertanya dalam hati) tahap membuat pertanyaan-pertanyaan yang bersifat produktif, (3) Read (membaca) tahap membaca secara teliti, (4) Recall (mengendapkan dan mengingat kembali), tahap seseorang mengendapkan apa yang telah dipahami, (5) Review (melihat ulang secara selintas), tahap ini dilakukan dengan membaca keseluruhan isi buku secara sepintas.
Menurut Burns, (1996:99) model SQ3R di atas pada tahap awal lebih efektif dilakukan secara kelompok kecil supaya murid dapat menyusun pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat. Melalui kerja kelompok, murid saling bekerja sama dan saling membantu sehingga tidak terasa sulit menyusun dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Dengan demikian, tahap kegiatan seperti meringkas bacaan, menceritakan kembali, memberi pertanyaan alternative dan apresiatif.
Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin mengadakan penelitian tentang membaca pemahaman pada mata pembelajaran bahasa Indonesia menerapkan salah satu model pembelajaran sehingga menetapkan sebuah judul penelitian. Adapun judul penelitian adalah sebagai berikut: Peningkatan Keterampilan dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Tentang Membaca Pemahaman Melalui Penggunaan Pembelajaran Model Survey, Read, Recall, rRview (SQ3R) pada Siswa Kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011.

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian : Apakah melalui penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dapat meningkatkan keterampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa Kelas IV SD Negeri Banaran 01 Semester I tahun pelajaran 2010/2011?

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendiskripsikan peningkatan keterampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman melalui penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) pada siswa kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah: bagi siswa, penelitian ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berbahasa khususnya keterampilan membaca pemahaman. Selain itu, melalui penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Menghilangkan anggapan bahwa belajar bahasa itu membosankan.
Bagi Guru, penelitian ini dapat membantu guru memperbaiki pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebagai masukan untuk meningkatkan minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia dan dapat meningkatkan rasa percaya diri guru dalam proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD.
Bagi Sekolah dan Pendidikan secara umum penelitian ini memberikan sumbangan positif tentang metode pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD, menanggulangi kesulitan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV dan menciptakan kerjasama yang kondusif antara peneliti dengan sekolah untuk kemajuan sekolah dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

KAJIAN TEORI
Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD
Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Untuk menjaga kelestarian dan kemurnian bahasa Indonesia maka diperlukan berbagai upaya. (Septa, 2008:1)  Contoh upaya untuk menjaga kemurnian bahasa Indonesia adalah dengan menuliskan kaidah-kaidah ejaan dan tulisan bahasa Indo-nesia dalam sebuah buku yang disebut dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). EYD dapat digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, baik komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan upaya lain yang dapat digunakan untuk melestarikan bahasa Indonesia adalah dengan menanamkan bahasa Indonesia sejak dini.
Pendidikan bahasa Indonesia di lembaga formal dimulai dari SD. Jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia di SD kelas I, II dan III sebanyak 6 jam pelajaran. Sedangkan kelas IV, V dan VI sebanyak 5 jam pelajaran. Banyaknya jumlah jam pelajaran Bahasa Indonesia dimaksudkan agar siswa mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta mempunyai kemampuan berpikir dan bernalar yang baik yang dapat disampaikan melalui bahasa yang baik pula.
Bahasa Indonesia merupakan salah satu materi penting yang diajarkan di SD, karena bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat pen-ting bagi kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai-mana dinyatakan oleh Akhadiah dkk. (1991:1) adalah agar siswa ”memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar”. Dari penjelasan Akhadiah tersebut maka tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat dirumuskan menjadi empat bagian. (1) Lulusan SD diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. (2) Lulusan SD diharapkan dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia. (3) Penggunaan bahasa harus sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa. (4) Pengajaran disesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa SD. Butir (1) dan (2) menunjukkan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia SD yang mencakup tujuan pada ranah kognitif dan afektif. Butir (3) menyiratkan pen-dekatan komunikatif yang digunakan. Sedangkan butir (4) menyiratkan sampai di mana tingkat kesulitan materi pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan.
Keterampilan Membaca pemahaman
Kegiatan membaca pemahaman merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam serta pemahaman tentang apa yang dibaca. Membaca pemahaman adalah pemahaman arti atau maksud dalam suatu bacaan melalui tulisan. Definisi ini sangat menekankan pada dua hal yang pokok dalam membaca, yaitu bahasa itu sendiri dan simbol grafik tulisan yang menyajikan informasi yang berwujud bacaan (Lado dalam Nurhadi, 1989:222).
Jadi, seseorang yang yang melakukan kegiatan membaca pemahaman harus menguasai bahasa atau tulisan yang digunakan dalam bacaan yang dibacanya dan mampu menangkap informasi atau isi bacaan tersebut.
Untuk dapat memahami isi suatu bahan bacaan dengan baik diperlukan adanya kemampuan membaca pemahaman yang baik pula. Pemahaman merupakan salah satu aspek yang penting dalam kegiatan membaca, sebab pada hakikatnya pemahaman suatu bahan bacaan dapat meningkatkan keterampilan membaca itu sendiri maupun untuk tujuan tertentu yang hendak dicapai. Jadi, kemampuan membaca dapat diartikan sebagai kemampuan dalam memahami bahan bacaan. Tujuan membaca adalah pemahaman bukan kecepatan (H.G. Tarigan, 1986:37).
Membaca pemahaman didefinisikan pula sebagai salah satu macam membaca yang bertujuan memahami isi bacaan (Sujanto dalam Nurhadi, 1989:222). Kemampuan membaca sangat kompleks dan bukan hanya kemampuan teknik membacanya saja tetapi juga kemampuan dalam pemahaman san interpretasi isi bacaan.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, secara sederhana dapat ditarik simpulan bahwa membaca pemahaman adalah kegiatan membaca untuk memahami isi bacaan, baik yang tersurat maupun yang tersirat dari bahan bacaan tersebut.
Aspek-aspek dalam membaca pemahaman meliputi:  (a) memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal),  (b) memahami signifikansi atau makna (a.l. maksud dan tujuan pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca), (c) evaluasi atau penilaian (isi, bentuk),  (d) kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan (H.G. Tarigan, 1986:12). 
Di dalam membaca pemahaman, si pembaca tidak hanya dituntut hanya sekadar mengerti dan memahami isi bacaan, tetapi juga harus mampu menganalisis atau mengevaluasi dan mengaitkannya dengan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan awal yang telah dimilikinya.
Apabila kita melakukan sesuatu kegiatan, tentulah kita mampunyai tujuan tertentu yang hendak kita capai. Demikian halnya di dalam membaca pemahaman juga mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Tujuan membaca pemahaman adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan etoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya, nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan juga sarana-sarana linguistik yang dipergunakan untuk mencapai tujuan (H.G. Tarigan, 1986:36).
Berdasarkan pendapat di atas, dapat dilihat bahwa tujuan membaca pemahaman mencakup beberapa hal. Jelasnya membaca pemahaman diperlukan bila kita ingin mempelajari dan memahami masalah yang kita baca sampai pada hal-hal yang sangat detail.
Pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R)
Mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitannya dengan suatu hal yang mudah dipahami. Mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau menghubungkan pengalaman atau konteks yang dihadapi SQ3R ditemukan oleh Francis P. Robinson tahun 1941, yang terdiri atas: Survey, Question, Read, Recite/ recall, dan Review
Survey, prabaca yaitu teknik untuk mengenal bacaan sebelum membaca secara lengkap. Manfaat: Mempercepat menangkap arti, Mendapatkan abstrak, Mengatahui ide penting, Melihat organisasi bacaan, Mendapat minat perhatian terhadap bacaan, dan Memudahkan mengingat lebih lama
Question, Bersamaan dengan survei ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan dengan cara mengubah judul, subjudul, sub-subjudulmenjadi pertanyaan Gunakan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H) Pada saat survei buku pertanyaan terlalu umum, akan tetapi kalau survei pada bab ke bab pertanyaan lebih spesifik
Read, Langkah ketiga yaitu membaca, Bukan seperti membaca novel dengan mengikuti apa yang sedang berlangsung, tetapi membaca kritis. Membaca bagian-demi bagian, sementara itu cari jawaban pertanyaan yang ditentukan. Konsentrasikan pada penguasaan ide pokok serta detail penting yang mendukung. Perlambat cara membaca di bagian-bagian yang penting
Retice/ Recall. Selesai membaca bagian berhentilah sejenak dan jawab pertanyaan atau menyebut hal-hal yang penting dalam bab itu. Siswa dapat membuat catatan penting seperlunya, Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca, Sekalipun bahannya mudah, tahap mengutarakan kembali hal yang penting jangan dilewatkan, dan Waktu yang dibutuhkan setengah waktu membaca
Review, Daya ingat terbatas, Pemahaman isi bacaan 85%, 8 jam kemudian tinggal 40 %, dan dalam waktu 2 minggu tinggal 20 %, Setelah selesai membaca semua bagian bacaan, telusuri kembali judul, subjudul, dan bagian penting lain. Tahap ini selain membantu daya ingat  dan memperjelas pemahaman juga mendapatkan hal-hal penting yang terlewati membaca sebelumnya.
Prestasi Belajar
Muray dalam Beck (1990 : 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut : “To overcome obstacle, to exercise power, to strive to do something difficult as well and as quickly as possible” (Kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin).
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
Fontana seperti yang dikutip oleh Udin S. Winataputra (1995:2) dikemukakan bahwa learning (belajar) mengandung pengertian proses perubahan yang relative tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Pengertian belajar juga dikemukakan oleh Slameto (2003:2) yakni belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Selaras dengan pendapat-pendapat di atas, Thursan Hakim (2000:1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dll. Hal ini berarti bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diperlihatkan dalam bentuk bertambahnya kualitas dan kuantitas kemampuan seseorang dalam berbagai bidang. Dalam proses belajar, apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami  proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan di dalam proses belajar.
Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal dalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa, seperti kesehatan, keterampilan, kemapuan dan sebaginya. Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia, misalnya ruang belajar yang bersih, sarana dan prasaran belajar yang memadai.
 Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 :77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.
Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terrencana  untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas dan ujian-ujian masuk perguruan tinggi.

Kerangka Berpikir
Kondisi awal guru belum menggunakan metode penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman, maka ketrampilan dan  prestasi belajar bahasa Indonesia masih rendah.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan ketrampilan dan hasil belajar membaca pemahaman perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan metode penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R). Siklus I menggunakan metode penggunaan pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) tanpa bimbingan guru dan siklus II menggunakan metode pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dengan bimbingan guru. Dengan tindakan yang berbeda dari siklus I ke siklus II diharap ketrampilan dan prestasi belajar membaca pemahaman meningkat.
Kondisi akhir diduga dengan menggunakan metode pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dapat meningkatkan ketrampilan dan  prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa Kelas IV SD Negeri Banaran 01 Semester I tahun pelajaran 2010/2011.

Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: pembelajaran model survey, read, recall, review (SQ3R) dapat meningkatkan keterampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa Kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011.

METODE PENELITIAN
Setting Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Agustus 2010 sampai dengan bulan Oktober 2010. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Banaran 01, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah keterampilan dan prestasi belajar membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Banaran 01, dengan jumlah siswa 11 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 2 perempuan.
Sumber Data
    Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini ada dua yaitu data yang berasal dari subyek penelitian (primer) dan dari bukan subyek (skunder).
Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik tes, dan teknik non tes. Sedangkan alat Pengumpulan Data meliputi dokumen, tes dan pengamatan. Dokumen digunakan untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar kondisi awal siswa yaitu berupa daftar nilai/laporan penilaian, pengolahan dan analisis hasil belajar siswa. Tes digunakan untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar siswa yang berupa butir soal. Pengamatan menggunakan lembar penilaian yaitu untuk mengetahui ketrampilan siswa dalam membaca pemahaman berupa: membaca sekilas teks bacaan, menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks, menemukan pikiran pokok bacaan masing-masing paragraf, dan membuat kalimat permintaan sesuai contoh yang terdapat pada teks bacaan.
Validitas dan Analisis Data
Untuk memperoleh data yang valid mengenai ketrampilan dan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang membaca pemahaman pada siswa kelas IV SD Negeri Banaran 01 semester I tahun pelajaran 2010/2011 yaitu: 1) ketrampilan belajar (observasi) divalidasi melalui trianggulasi sumber, yaitu data yang berasal dari siswa, guru dan rekan kolaborator yang merupakan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan pengamatan dan refleksi dengan membandingkan proses kondisi awal, siklus I dan siklus II. 2) prestasi belajar yang berupa nilai test yang divalidasi adalah instrumen test yang berupa butir soal dengan content validity diperlukan kisi-kisi soal. Data yang berupa angka (data kuantitatif) dianalisis menggunakan diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus I dan nilai tes setalah siklus II, kemudian direfleksi.

0 komentar:

Poskan Komentar