Diberdayakan oleh Blogger.

UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER BAGI SISWA KELAS V SD

Gugus Hasanudin

Abstrak

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat, menumbuhkan kerjasama, keaktifan dan hasil belajar IPS tentang keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan yaitu bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Oktober 2012. Penelitian dilakukan pada waktu itu karena materi yang berhubungan dengan permasalahan tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia untuk siswa kelas V masuk materi program semester I tahun pelaharan 2012/2013. Adapun yang menjadi subjek penelitian tindakan lulus ini adalah siswa kelas V SD Negeri Godog 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data kualitatif model pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (kuantitatif) dari hasil belajar siswa dianalisis menggunakan deskriptif korporatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai siklus I, dan nilai tes siklus II kemudian di refleksi.
Hasil penelitian melalui model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan proses belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 dari siklus I ke siklus II yaitu dari kurang minat menjadi minat, dari kerja sama kurang baik menjadi baik, dari kurang aktif menjadi aktif, hasil belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013. Dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan yaitu 5 (25%) siswa yang mendapat nilai tuntas menjadi 20 (100%) meningkat 15 (75%). Nilai rata-rata dari 65,25 menjadi 76,00 meningkat sebesar 10,75.

Kata Kunci : Minat dan Hasil Belajar IPS Model Numbered Heads Together.


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pembelajaran IPS pada Pendidikan Dasar khususnya di Sekolah Dasar (SD) perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak yaitu pendidik, pemerintah, orang tua dan masyarakat, karena pembelajaran IPS di SD merupakan peletak konsep dasar yang dijadikan landasan untuk belajar pada jenjang berikutnya. Namun kesempatan minat dan hasil belajar IPS khususnya keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Polokarto pada Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 masih rendah, belum sesuai dengan standar keberhasilan yang ditetapkan atau belum semua siswa dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 5 siswa, dari 20 siswa yang mendapat nilai di atas KKM hanya 5 siswa (25%) dan yang mendapat nilai di bawah KKM ada 15 siswa (75%) dengan nilai rata-rata 65,25. Rendahnya minat siswa dalam belajar IPS dalam proses pembelajaran siswa tampak bingung, kurang aktif, belum ada kerja sama dan tampak kurang senang.
Harapan setelah penelitian tindakan kelas dengan melalui Numbered Heads Together (NHT). Dalam proses pembelajaran IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia diperlukan adanya perubahan paradigma pembelajaran. Perubahan yang dimaksud adalah pembelajaran dari yang biasanya pembelajaran berpusat pada guru menjadi pusat pembelajaran pada anak. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai model, strategi, metode, maupun tekhnik pembelajaran telah silihberganti diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar IPS siswa. Namun demikian belum membuahkan hasil yang dimaksud atau memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Akhir-akhir ni telah banyak dikembangkan model pembelajaran yang dapat membangkitkan minat siswa melalui belajar bekerja sama yang selaras dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Berdasarkan masalah diatas perlu adanya cara pemecahan masalah atau solusi tindakan yaitu diadakan penelitian tindakan kelas, penelitian dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan siklus pertama menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together tanpa bimbingan guru dan pada siklus kedua dengan model pembelajaran Numbered Heads Together dengan bimbingan guru. Tindakan siklus pertama dan kedua digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
Mengingat keterbatasan yang ada pada peneliti, berdasarkan masalah diatas agar keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat dan tercipta proses pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kreatif, efektif dan menyenangkan, maka peneliti mencoba mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.

Rumusan Masalah
Melalui tindakan kelas ini akan diungkapkan rumusan masalah sebagai berikut.
1.    Apakah dengan melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together minat belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 meningkat?
2.    Apakah dengan melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together dapat menambahkan kerja sama dalam belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013?
3.    Apakah dengan melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together keaktifan belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 meningkat ?
4.    Apakah dengan melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together hasil belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 meningkat?

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan khusus dalam penelitian tindakan kelas dibawah ini adalah sebagaio berikut.
1.    Untuk mengetahui peningkatan minat belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia melalui model pembelajaran Numbered Heads Together bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
2.    Untuk mengetahui peningkatan kerja sama belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/20133
3.    Untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
4.    Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS tentang Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together bagi siswa kelas V SD Negeri Godog 01 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.

Manfaat Penelitian
1.    Manfaat bagi siswa, memperoleh pengalaman belajar aktif dalam suasana yang menyenangkan yaitu dengan Model Pembelajaran Numbered Heads Together sehingga dapat meningkatkan minat, kerja sama, keaktifan dan menciptakan susasana yang menyenangkan.
2.    Manfaat bagi guru, memberikan bekal dan solusi agar dapat menerapkan dalam mengembangkan, dalam memilih serta menerapkan model pembelajaran inovatif yang tetap dengan kondisi kelas yang menjadi tanggung jawab professional sebagai guru.
3.    Manfaat bagi sekolah, memberikan berbagai alternatif tindakan pembelajaran dalam mengembangkan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Teori
Hakikat Minat
Minat merupakan suatu perangkat mental yang terdiri darinsuatu campuran antara perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atu kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan seseorang kepada suatu pilihan tertentu. Cita-cita merupakan perwujudan dari minat, dalam hubungan dengan masa depan yang perlu direncanakan oleh seseorang, terkait dengan menentukan pilihan terhadap pendidikan, pekerjaan, teman hidup, dan sebagainya. Semakin sering minat dan mengekspresikan dalam kegiatan, semakin kuatlah minat tersebut. Sebaliknya minat akan padam bila tidak disalurkan (Depdiknas, 2002 : 9)
Minat menunjukkan jenis pengalaman, perasaan yang disebut kegunaan, yang dihubungkan dengan perhatian pada objek, atau tindakan ( Drever, 1988 : 235) , minat seseorang dapat terdorong untuk melakukan apa yang diinginkannya. Seseorang yang berminat terhadap sesuatu, maka orang itu akan melakukan langkah-langkah nyata untuk mengtahui segala sesuatu yang diinginkan atau diminatinya (Walagita, 1983 : 67)
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktifitas. Siswa yang berminat terhadap IPS akan mempelajari IPS dengan sumgguh-sungguh. Siswa akan merasa senang mengikuti pengajian pelajaran IPS karena adanya daya tarik yang diperoleh dengan mempelajari IPS. Siswa menjadi mudah memahami materi pelajaran IPS, sehingga hasil belajar IPS tentang Kergaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia dapat meningkat.
Hakikat Hasil Belajar IPS
Menurut Iskandar (2009 : 102) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mana suatu keinginan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi, dengan keadaan bahwa karakteristik-karakteristik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan-kecenderungan reaksi asli, kematangan, atau perubahan sementara dari organisme.
Dalam belajar mengenal tiga prinsip belajar yaitu sebagai berikut: pertama, prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki cirri-ciri: 1) sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu ubahan yang disadari, 2) kontinu atu berkesinambungan dengan prilaku lainnya, 3) fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup, 4) positif atau berkomunikasi, 5) aktif atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan, 6) permanen atau tetap, 7) bertujuan dan terarah, dan mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan. Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistematis yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan yang fungsional dari berbagai komponen belajar. Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasrnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya (Suprijono, 2009:4)
Sedangkan menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pengertian penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian tujuanhasil belajar peserta didik, BSNP (2007:4) secara umum tujuan penilaian hasil belajar yaitu: 1) Menilai pencapaian kompetensi peserta didik, 2) Mmemperbaiki proses pembelajaran, 3) sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar sedangkan tujuan secara khusus yaitu: 1) mengetahuyi kemajuan dan hasil belajar siswa, 2) mendiagnosis kesulitan belajar, 3) memberikan umpan balik/ perbaikan proses belajar mengajar, 4) penentuan kenaikan kelas, dan 5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
Menurut Saidiharjo (dalam Taneo, 2009: 1-8) bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, dan politik.
Pemdidikan IPS diajarkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam rangka pembinaan peserta didik agar memiliki pengetahuan, sikap, dan tingkah yang positif baik sebagai warga masyarakat maupun sebagai warga Negara (Taneo, 2009: 1-31)
Menurut pendapat Staton (dalam Lapono, 2008: 1-2) hasil belajar dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor sebaiknya seimbang.
Hasil Model Pembelajaran
Pengertian model dalam pembelajaran menurut Suprijono (2009:45) model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model. Model merupakan interpretasi terhadap hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2008:5) istilah model secara khusus diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan guru sebagai acuan dalam pelaksanaan belajar mengajar di kelas.
Secara umum model dapat diartikan sebagai contoh yang dapat ditiru atau cara mengerjakan sesuatu. Sedangkan pembelajaran merupakan usaha guru untuk membentuk tingkah laku siswa dengan menyediakan lingkungan sehingga terjadi hubungan stimulus.
Menurut Joyce dan Weil (dalam Abimanyu, 2008: 2-4) model pembelajaran adalah suatu kerangka koseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran
Marpaung, dkk (2002, 35) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif menerapkan prinsip-prinsip melalui tahapan persiapan, presentasi kelas, kegiatan kelompok, tes, dan penghargaan. Hal-hal yang dipersiapkan pada tahap ini antara lain adalah (a) materi pelajaran, (b) membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kooperatif, (c) menetukan skor dasar siswa, (d) latihan kerja sama kelompok, dan (e) menetukan jadwal kegiatan. Kagan (1994: 22) menyatakan bahwa ada empat prinsip pembelajaran kooperatif yaitu: (1) stimulasi, (2) interaksi, (3) ketergantunagn yang positif, dan (4) keadaan yang bias dipertanggung jawabkan secara individual dan partisipasi yang sama. Pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe antara lain tipe STAD, JIGSAW, TGT, NHT dan lain-lain. Masing-masing tipe pembelajaran kooperatif tersebut mempunyai karakterstik yang berbeda-beda.
Langkah-langkah pembelajaran dengan model Numbered Heads Together menurut Suprijono (2009: 92) pembelajaran dengan metode Numbered Heads Together diawali dengan Numbering. Guna membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsep yang dipelajari. Jika jumlah peserta dalam satu kelas terdiri dari 40 siswa dan terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan jumlah konsep yang dipelajarinya, maka tiap kelompok terdiri 8 orang. Tiap-tiap orang dalam tiap-tiap kelompok diberi nomor 1-8.
Setelah kelompok terbentuk guru menagajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Berikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok menemukan jawaban. Pada kesempatan ini tiap-tiap kelompok menyatukan kepalanya “Numbered Heads Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan dari guru.
Langkah berikutnya adalah guru memanggil peserta didik yang memiliki nomor yang sama-sama dari tiap-tiap kelompok. Mereka diberi kesempatan untuk memberi jawaban atas pertanyaan yang diterimanya dari guru. Hal itu dilakukan terus hingga semua peserta didik dengan nomor yang sama dari masing-masing kelompok mendapat giliran memaparkan jawaban atas pertanyaan guru. Berdasarkan jawaban-jawaban itu guru. Berdasarkan jawaban-jawaban itu guru dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam, sehingga peserta didik dapat menemukan jawaban pertanyaan itu sebagai pengetahuan yang utuh.
Dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together ini sebelum siswa melakukan diskusi kelompok semua siswa dalam kelompok memiliki nomor. Pemberian nomor ini akan digunakan pada saat melaporkan hasil kerja kelompok dalam diskusi kelas. Siswa yang nomornya dipanggil akan mewakili kelompoknya melaporkan hasil kerja kelompoknya.


Kerangaka Berpikir
Berdasarkan pada landasan teori yang diuraikan di atas dapat dijelaskan kerangka berpikir dalam penelitian sebagai berikut.

1 komentar: